Presidensi G20 Indonesia Lahirkan Sejumlah Rencana Aksi Bertujuan Konkret

Kesepakatan para negara anggota kelompok ekonomi terbesar dunia melalui gelaran Presidensi G20 melahirkan rencana aksi dengan tujuan konkret

Presidensi G20 Indonesia

Nusantara Satu Presidensi G20 – Bukan cuma mencatatkan pencapaian dalam bentuk kesepakatan di antara para negara anggota kelompok ekonomi terbesar dunia melalui Deklarasi Bali, namun gelaran Presidensi G20 Indonesia di Pulau Dewata Bali, juga melahirkan sederet rencana aksi dengan tujuan yang konkret. Dalam keterangan tertulis Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diterima di Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebutkan, bila negosiasi terpisah sudah dilakukan untuk apa yang disebut sebagai dokumen G20 Action for Strong and Inclusive Recovery.

Menlu Retno juga menambahkan, bahwa dokumen tersebut berisi sejumlah daftar proyek yang merupakan concrete deliverables dari berbagai diskusi dan negosiasi yang dilakukan selama masa presidensi G20 Indonesia. “ Kita lakukan negosiasi terpisah untuk apa yang dinamakan dokumen ‘G20 Action for Strong and Inclusive Recovery’. ” terang Retno Marsudi.

Lebih jauh orang nomor satu di lingkungan Kementerian Luar Negeri RI tersebut mengungkapkan, jika dalam daftar tersebut terdapat proyek yang baru dan ada pula yang merupakan dukungan untuk proyek-proyek yang telah berjalan sebelumnya. “ Selain itu, ada juga yang berbentuk hibah dan ada yang berbentuk capacity building, research development, hingga investasi. ” imbuhnya.

<img decoding=
Menlu Retno Marsudi Istimewa

Pada Ajang Presidensi G20 Indonesia, Perlu 8 Kali Putaran Untuk Capai Kesepakatan

Kemudian ia memaparkan, diperlukan proses negosiasi yang cukup panjang sampai delapan kali putaran untuk mencapai kesepakatan di antara negara-negara anggota terkait dokumen concrete deliverables tersebut. Indonesia sambung Menlu Retno, telah memberikan upaya lebih dalam presidensinya di G20. ” Di presidensi G20 Indonesia, kita ini berjalan extra mile. Kenapa? Di awal presidensi kita mengatakan ingin membawakan suara negara-negara berkembang dan kita ingin mempresentasikan kerja sama-kerja sama konkret yang dilakukan oleh negara G20 untuk dunia. ” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Indonesia memegang Presidensi G20 selama tahun 2022 dan menjadi tuan rumah dari konferensi tingkat tinggi (KTT) yang berlangsung pada tanggal 15 hingga 16 November kemarin di Nusa Dua, Bali. Pada akhir KTT G20, Indonesia secara resmi menyerahkan estafet keketuaan G20 kepada India yang akan memegang presidensi selama tahun 2023 mendatang.

Presidensi G20

RI Berupaya Hasilkan Inisiatif Konkret Pulihkan Global

Perpres Nilai Ekonomi Karbon Sudah Sah

Transformasi Ekonomi, Airlangga: Manfaatkan Presidensi G20

Retno Marsudi: G20 Harus Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi Global

Menko Airlangga Dorong RI Jadi Hub Produksi Vaksin mRNA

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline