Nadiem Makarim: 90 Ribu Mahasiswa Berpartisipasi Dalam Program Kampus Mengajar

Nur Afni

Nusantara Satu Pendidikan – Program Kampus Mengajar (PKM) mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Hal ini terangnya karena hingga kini telah memiliki sekitar 90.000 mahasiswa. Program bermula pada tahun 2020 lalu hingga periode ke-5 telah menempatkan pengajar lebih dari 20 ribu sekolah dasar dan menengah. “ Menurut saya, mahasiswa-mahasiswa yang terlibat di kampus mengajar adalah yang paling berani keluar dari zona nyamannya untuk berpartisipasi. Dan itu betul-betul luar biasa.” paparnya di Jakarta.

<img decoding=
90 Ribu Mahasiswa Dalam Program Kampus Mengajar

Perntaan Kepuasan Para Kepala Sekolah Terhadap Program Kampus Mengajar

Program Kampus Mengajar Angkatan ke-5 ini, memberi ruang kepada sebanyak 21 ribu lebih mahasiswa. Sebaran pengajar di 5.093 sekolah di seluruh Indonesia. Kehadiran siswa dalam penyelenggaraan pelajaran sekolah ini mendapat respons positif oleh para kepala sekolah. Hasil survei sebelumnya menunjukkan bahwa sebesar 93,6 persen dari 2.668 kepala sekolah yang menjadi responden menyatakan kepuasannya. Adapun rinciannya, sebanyak 47,9 persen responden merasa puas dan 45,7 persen sangat puas.

Selain itu, kontribusi PKM merupakan hal paling bermanfaat bagi siswa sekolah. Hal ini karena terdapat berbagai inisiatif yang mahasiswa kreasikan dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Tidak kurang dari 79,4 persen dari hasil survei mengatakan demikian. Bukan hanya inisiatif mahasiswa, lanjut Nadiem Makarim. Menurutnya, kesediaan mahasiswa untuk mengkoordinasikan pelaksanaan PKM dengan para guru pendamping yang terlibat.

Asa Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar

Sementara itu, beberapa praktik terbaik pada angkatan sebelumnya telah menjadi aset penting. Ini perlu dalam mempersiapkan atau dalam menyambut penugasan para mahasiswa dalam PKM pada angkatan ke 5. Penugasan angkatan ini akan berlangsung mulai tanggal 20 Februari hingga 9 Juni 2023 mendatang.

Kemudian, setelah menyelesaikan tugasnya, para mahasiswa nantinya akan menerima rekognisi maksimal 20 SKS. Ini adalah sebagai pengakuan atas hasil belajar selama mengikuti program. “ Ada banyak harapan dalam pelaksanaan Program Kampus Mengajar untuk angkatan ke-5 ini. Kelak yang berugas mampu mempertahankan trend positif dan malah akan terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar. ” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim: Madrasah Tetap Ada Dalam RUU Sisdiknas

Nadiem Dorong Siswa Bisa Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

Banyak Program di 2022 Untuk Tingkatkan Kualitas Guru

Lestari Moerdijat: PTM Yang Jadi Klaster Covid-19 Harus Dievaluasi

Tinggalkan komentar