Ridwan Kamil Serahkan Kebijakan PTM 100 Persen ke Kabupaten/Kota

Mulyadi

Nusantarasatu.id – Ditegaskan oleh Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, bahwa kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di sekolah di provinsi tersebut, sepenuhnya diserahkan kepada masing – masing kepala daerah di kabupaten dan kota. ” ITU (PTM 100 %) diserahkan ke lokalitas masing-masing (kabupaten/kota), karena Covid-19 mengajarkan kita, tidak bisa putuskan satu kebijakan pada semua wilayah. Karena kondisi Covid-19 di daerah berbeda-beda. ” ucap Gubernur Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat.

Lebih lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jawa Barat inipun menyatakan, walau kebijakan terkait pelaksanaan PTM digelar 100 % atau dalam pembatasan merupakan keputusan kepala daerah masing-masing, namun hal ini harus tetap dikoordinasikan dengan Pemprov Jawa Barat. ” Saya serahkan pada bupati, wali kota secara umum sambil konsultasi dulu pada kita untuk menyinkronkan, ” tuturnya.

PTM Terbatas 100 Persen Ikuti Perkembangan Kasus di Wilayah Masing-Masing

Ridwan Kamil menilai, keputusan PTM terbatas atau 100 harus mengikuti perkembangan kasus yang terjadi di wilayah masing-masing. Kemudian dirinya menjelaskan, jika pihak Pemprov Jawa Barat tidak dapat memutuskan untuk menggelar PTM 100 persen di sebuah daerah. ” Sehingga, saya serahkan kepada bupati, wali kota secara umum sambil konsultasi dulu pada kita untuk disinkronkan, karena ada daerah sudah nol kasus Covid-19, jadi PTM itu 100 persen sangat mungkin. ” ujar Gubernur Ridwan Kamil.

Dalam kesempatan yang sama ia turut menyampaikan, bahwa berdasarkan perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Jawa Barat, tidak semua kabupaten dan kota mengalami penurunan kasus Covid-19 yang signifikan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar masing – masing daerah untuk tetap melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pemprov Jawa Barat. ” Mayoritas yang akan melaksanakan PTM daerah perkotaan, itu dari data kasus COVID-19 dan masih akan kita batasi. “ pungkasnya.

Sejak hari Senin (3/1/2022) kemarin, kegiatan pembelajaran tatap muka 100 persen sudah digelar baik untuk tingkat SD, SMP maupun SMA. Umumnya, para orang tua dan juga murid mengaku gembira dengan kebijakan PTM 100 persen tersebut. Meski begitu, pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat terus dilakukan oleh pihak terkait. Namun begitu, tidak sedikit pula orang tua murid serta sejumlah kalangan merasa kawatir dengan dampak kebijakan PTM 100 persen tersebut, terlebih ditengah munculnya varian Omicron.

Tinggalkan komentar