Puan Maharani: DPR Terapkan Prinsip Keterbukaan Dalam Bekerja

Syahrul Ibrahim

Nusantarasatu.id – Ditegaskan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, jika institusi yang dipimpinnya telah menerapkan prinsip keterbukaan serta transparansi dalam bekerja. Adapun salah satu caranya dengan merangkul partisipasi publik. ” Kami merangkul partisipasi publik dalam pekerjaan DPR. Beberapa inisiatif telah dilakukan seperti sistem layanan informasi publik daring sebagaimana diamanatkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. ” terang Puan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Pernyataan itu dilontarkan Puan ketika memimpin General Debat dalam Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143 di Madrid, Spanyol, Sabtu (27/11/2021) kemarin. Politisi dari Partai PDI Perjuangan inipun mengungkapkan, bahwa semua pertemuan atau sidang-sidang di DPR harus terbuka dan transparan, terkecuali jika ada pertimbangan khusus. Ia menilai, DPR RI telah menyatakan komitmen terhadap keterbukaan parlemen dan memutuskan untuk memiliki Rencana Aksi Nasional (RAN) tentang Keterbukaan Parlemen.

Menurutnya, saat masa krisis, parlemen harus terus menjalankan fungsinya termasuk melakukan ‘check and balance’ guna menghindari penyalahgunaan kekuasaan darurat di masa pandemi Covid-19 dan untuk menjamin hak asasi manusia (HAM) serta kebebasan berekspresi.

Tidak Ada Solusi Sederhana Untuk Setiap Tantangan Demokrasi

Iapun menambahkan, bila peran parlemen di masa krisis bahkan lebih signifikan dari sebelumnya, sehingga harus mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga publik supaya keputusan lembaga publik dapat diterima rakyat. ” Tidak ada solusi sederhana untuk setiap tantangan demokrasi, jalan ke depan di dunia pasca-pandemi tidak akan mudah. Melalui tanggung jawab bersama dan solidaritas global, saya yakin kita bisa pulih dengan lebih baik. ” ucapnya.

Lebih jauh dirinya menilai, saat ini harus memperkuat demokrasi yakni menerima partisipasi luas dalam pengambilan keputusan serta turut memberikan kesempatan besar bagi rakyat dalam menyuarakan aspirasinya. Memperkuat demokrasi sambung Puan, berarti demokrasi harus menjadi bagian dari penyelesaian masalah. Seperti berkontribusi mengakhiri pandemi Covid-19, mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan, serta memperbesar akses pendidikan dan kesehatan.” Mari bekerja sama, tidak hanya untuk mengalahkan pandemi, tetapi juga untuk tumbuh lebih kuat dan membangun dunia yang lebih setara di era pasca-pandemi Covid-19. ” pungkasnya.

Tinggalkan komentar