Rancangan Undang-Undang TPKS Jangan Abaikan Kepastian Hukum

Syahrul Ibrahim

Nusantarasatu.id – Diingatkan oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, jika pembahasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) yang didesak oleh sejumlah kalangan untuk dipercepat, jangan sampai mengabaikan kepastian hukum dan perlindungan bagi korban. ” RUU TPKS yang saat ini masih menunggu proses diajukan ke rapat paripurna untuk disepakati sebagai RUU inisiatif DPR, memang memuat aturan yang menyeluruh dalam penanganan kasus kekerasan seksual. ” tegas Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (7/1/2022).

Menurut Lestari, komitmen sejumlah pihak untuk mempercepat pembahasan RUU TPKS, haruslah tetap berpegang pada tujuan bahwa produk UU yang dihasilkan mampu menjadi dasar bagi para penegak hukum dalam menangani kasus-kasus tindak pidana kekerasan seksual secara komprehensif. Ia berpendapat, setidaknya dalam RUU TPKS harus memuat sejumlah aspek yang diatur. Antara lain yaitu terkait sanksi dan tindakan, hukum acara, hak-hak korban, pencegahan, rehabilitasi, dan juga pengawasan. ” Dengan cakupan pengaturan di sejumlah aspek tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual yang saat ini marak di tengah masyarakat. ” imbuhnya.

Kehadiran UU TPKS Sudah Tida Bisa Ditunda Lagi

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua MPR RI tersebut mengharapkan, bila pimpinan DPR dan alat kelengkapan dewan (AKD), untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tujuannya supaya mampu mengatasi kendala teknis yang dituding menyebabkan perlambatan proses pembahasan RUU TPKS di parlemen. Adapun kehadiran UU TPKS di Indonesia lanjut Lestari Moerdijat, sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Sebab dirinya menilai, jumlah kasus dan modus tindak kekerasan seksual yang terjadi di negeri ini semakin memprihatinkan. ” Karena tindak kekerasan seksual di Tanah Air sebagian besar mengancam perempuan dan anak, yang berperan penting dalam upaya membangun generasi penerus yang berdaya saing di masa datang. ” ujarnya.

Lebih jauh ia menilai, jika para perempuan dan anak secara fisik serta mental terus dibayang-bayangi oleh tindak kejahatan kekerasan seksual, bagaimana bangsa ini mampu membangun generasi penerus yang tangguh, katanya.

Leave a Comment