Teten Mau Rantai Pasok Jadi Skema Pembiayaan Bank Pada UMKM

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Pendekatan kredit secara rantai pasok, diminta oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, bisa menjadi salah satu skema pembiayaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini jelasnya, selaras dengan penerbitan ketentuan Bank Indonesia (BI) yang mendukung akses pembiayaan perbankan terhadap UMKM. “ Kemitraan UMKM dengan usaha besar, di mana UMKM dapat berperan baik sebagai pemasok, distributor, mitra, dan lainnya. ” kata Teten dalam keterangan pers di Jakarta.

Diakui olehnya, bahwa kemitraan sebagai salah satu pendekatan UMKM terhubung dengan rantai pasok masih relatif rendah, karena hanya sekitar 93 persen UKM belum menjalin kemitraan. sejumlah inisiatif untuk mendorong kemitraan juga telah dilakukan, seperti program piloting Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian BUMN, juga dengan Kementerian Perindustrian melalui kegiatan temu usaha UKM dengan enam BUMN.

Pertemukan UMKM Dengan BUMN Lewat Platform Digital

Selain itu, juga mengalokasikan produk UMKM dalam program bela pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan e-katalog. Kemudian juga lewat PaDi, atau platform digital untuk mempertemukan UMKM dengan BUMN, dalam rangka menjalin peluang UMKM mendapatkan transaksi dan memperoleh pembiayaan.” Serta alokasi penyediaan area publik untuk UMK bersama PT Angkasa Pura, PT KAI (Kereta Api Indonesia), PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelindo. ” terang Menkop UKM.

Lebih lanjut disampaikan, per Oktober 2021, pembiayaan perbankan kepada UMKM dikatakan telah menunjukkan perkembangan positif dengan bertumbuh 2,97 persen (yoy). Walaupun pangsa relatif stabil pada kisaran 19 persen dan total kredit perbankan sebanyak 19,74 persen. Lebih jauh dirinya menuturkan, bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) dapat berperan menyalurkan kredit kepada UMKM di wilayah operasi BPD. Caranya dengan mengoptimalkan kebijakan, peraturan, ekosistem pendukung yang telah ada sebagai upaya meningkatkan pemberdayaan UMKM.

Penyaluran Kredit Untuk UMKM Oleh BPD Miliki Tren Meningkat

Sedangkan penyaluran kredit BPD, secara keseluruhan didominasi untuk kredit konsumsi sebesar 70 persen. Sementara kredit modal kerja sebesar 18 persen, dan kredit investasi sebesar 12 persen per Agustus 2021. Berdasarkan sektor usaha, penyaluran terbesar diberikan untuk sektor perdagangan 26,44 persen, lalu diikuti sektor konstruksi 25,28 persen. Kemudian, penyaluran kredit untuk UMKM oleh BPD memiliki tren meningkat dan baki debet (besaran sisa pokok pinjaman dalam periode tertentu) per Agustus 2021 mencapai angka Rp74,1 triliun atau 14,77 persen dari total kredit BPD senilai Rp501,6 triliun.

Selanjutnya, penyaluran terbesar diberikan untuk usaha kecil sebesar Rp34,1 triliun atau 46,06 persen. Lalu diikuti usaha menengah sebesar Rp23,9 triliun atau 32,23 persen, dan usaha mikro Rp16,1 triliun atau 21,70 persen. Yang berikutnya sambung Teten, penyaluran KUR BPD sampai dengan bulan Oktober 2021 telah terealisasi sebesar Rp10,1 triliun. Dimana mayoritas untuk KUR usaha kecil sebesar Rp8,56 triliun, sedangkan untuk KUR mikro sebesar Rp1,47 triliun, dan KUR super mikro sebesar Rp87,7 miliar. ” Oleh karena itu, saya berharap BPD mendukung penuh UMKM naik kelas dan berkontribusi optimal dalam memajukan perekonomian dan pemulihan ekonomi nasional serta mensejahterakan masyarakat. ” imbuhnya.

Leave a Comment