Kesehatan Saluran Cerna, Jadi Awal Tumbuh Kembang Sehat

Reza Arya

Saluran Cerna – Langkah yang dapat dilakukan lakukan oleh seorang ibu supaya anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan sehat, yakni dengan cara memenuhi kecukupan gizinya. Pemberian asupan gizi dan nutrisi tersebut, sebaiknya dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan anak.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemantauan tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting, mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini. Adapun 1000 hari pertama tersebut dimulai ketika terjadi pembuahan di dalam rahim ibu hingga anak berusia dua tahun. Lantas, faktor apa saja yang mempengaruhi 1000 hari kehidupan? Benarkah kesehatan saluran cerna berperan penting pada fase ini? Untuk mengetahuinya, simaklah uraiannya dibawah ini.

Kesehatan Saluran Cerna, Dari Nutrisi sampai Genetik

Asupan gizi yang tepat, sangat berperan penting terhadap tumbuh kembang janin. Untuk itu, ibu hamil harus berjuang menjaga asupan nutrisinya agar pembentukan, pertumbuhan, dan perkembangan janinnya berlangsung secara optimal. Mau tahu apa akibatnya bila asupan gizi ini tidak terpenuhi?

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Indonesia, teori Thrifty Phenotype (Barker dan Hales Kualitas Manusia Ditentukan Pada 1000 Hari Pertama Kehidupannya) menyebutkan, bahwa bayi yang mengalami kekurangan gizi di dalam kandungan dan telah melakukan adaptasi metabolik dan endokrin secara permanen, akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi pada lingkungan kaya gizi pasca lahir.

Kondisi tersebut, bisa memicu terjadinya obesitas dan resiko mengalami gangguan toleransi terhadap laktosa. Apabila asupan gizi anak di 1000 hari pertama kehidupannya tidak terpenuhi, maka masih banyak keluhan kesehatan lainnya yang bisa terjadi pada sang buah hati. Bukan hanya nutrisi, faktor genetik serta epigenetik juga berperan dalam 1000 hari pertama kehidupan. Faktor genetic ditentukan oleh susunan gen dan kromosom yang dimiliki oleh seseorang. Sementara itu faktor epigenetic, atau peran faktor luar tubuh, dapat mengubah struktur genetic tersebut.

Dilansir dari jurnal Frontiers – in Pediatrics Children and Health, epigenetic merupakan mekanisme penting ketika faktor lingkungan mempengaruhi diferensiasi sel awal, dan menciptakan ciri genetic baru yang terlihat (fenotipik) selama kehamilan. Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi epigenetic ini. Contohnya, nutrisi ibu dan bayi, paparan polutan atau radiasi, hingga komposisi mikrobiota. Hmm, masih asing dengan mikrobiota?

<img decoding=
Mikrobiota Saluran Cerna

Mikrobiota dan Kesehatan Saluran Cerna

Mikrobiota adalah kumpulan mikroorganisme yang hidup pada tubuh manusia. Sebagian besar mikrobiota yakni berupa bakteri, dan saluran cerna merupakan lokasi koloni terbanyak. Kemudian, apa hubungannya antara mikrobiota dengan tubuh Si Kecil? Jurnal kesehatan Nutrients berjudul “The Human Microbiome and Child Growth – First 1000 Days and Beyond” menyampaikan, komposisi mikroba di dalam saluran cerna selama 1000 hari kehidupan awal, berperan penting dalam system kekebalan tubuh, hormon, dan metabolisme tubuh. Menurut para ahli, gangguan keseimbangan mikrobiota di saluran cerna dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Selain itu, mikrobiota saluran cerna ini juga berhubungan dengan perkembangan dan fungsi otak. Kondisi ini disebut gut brain axis (GBA) atau aksis pencernaan-otak. Menurut jurnal di atas, perubahan atau gangguan pada ‘sumbu’ GBA ini sering dikaitkan dengan timbulnya sindrom iritasi pada usus (irritable bowel syndrome), gangguan fungsi pencernaan, autisme, gangguan kecemasan, hingga nyeri kronis.

Pentingnya Probiotik Selama Kehamilan

Melihat begitu pentingnya peran mikrobiota bagi kesehatan tubuh janin dan bayi, lalu bagaimana caranya untuk menjaga koloni bakteri ini agar tetap sehat? Mengkonsumsi probiotik adalah salah satu nutrisi untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan keseimbangan mikrobiota. Probiotik merupakan bakteri baik yang apabila diberikan dalam jumlah yang cukup pada tubuh, dapat memberikan manfaat kesehatan. Menariknya lagi, manfaat probiotik tidak hanya berhubungan dengan kesehatan saluran cerna saja. Asupan bakteri baik ini juga memiliki beragam manfaat bagi ibu hamil dan janin.

Berdasarkan riset dalam jurnal Nutrients, asupan suplemen probiotik pada ibu selama masa kehamilan dan dan awal kehidupan bayi, mampu mencegah sejumlah masalah kesehatan. Misalnya, persalinan prematur, infeksi perinatal, gangguan atopic selama awal kehidupan, penyakit saluran cerna fungsional, hingga menjaga system kekebalan tubuh. Selama masa menyusui, ibu juga bisa mengkonsumsi suplemen probiotik supaya dapat memberikan nutrisi pada ASI yang berguna juga untuk pertumbuhan dan perkembangan bayinya.

Ingat, asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat krusial bagi anak. Fase ini juga turut serta menentukan kesehatannya di masa yang akan datang. Menurut beberapa penelitian, tumbuh kembang yang optimal pada 1000 pertama kehidupan bisa mencegah terjadinya obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, hingga diabetes mellitus tipe 2.

Tinggalkan komentar