Seruit, Kuliner Khas Lampung yang Menggugah Selera

Kuliner khas Lampung yang disebut seruit adalah perpaduan antara tempoyak (fermentasi durian), cabai, ikan rebus, dan sedikit air jeruk lesom atau air aren

Nusantara Satu Resep – Kuliner khas Lampung bernama seruit adalah perpaduan antara tempoyak (fermentasi durian), cabai, ikan rebus, dan sedikit air jeruk lesom atau air aren. Nikmatilah hidangan ini bersama nasi panas dan pelengkap seperti kangkung, kemangi, petai, dan mentimun.

Menyantap seruit secara tradisi dengan hidangan dan duduk di lantai serta menggunakan tangan tanpa sendok atau garpu. Daun pisang sebagai alas, memberikan aroma khas pada hidangan ini.

Sambal seruit menjadi sajian yang tak hanya terbatas di Kabupaten Way Kanan, tetapi juga tersebar di berbagai daerah Lampung dan menjadi menu khas warga lokal. Tradisi Nyeruit, seperti yang dijelaskan dalam artikel “Pelestarian Tradisi Nyeruit Sebagai Warisan Gastronomi Kota Bandar Lampung” oleh Fitri Cahya Ningrum, Dewi Turgarin, dan Risya Ladiva Bridha, biasanya terkait dengan acara penting seperti perkawinan, keagamaan, dan adat.

Mengapa Seruit Sebenarnya Bukan Sekedar Kuliner Tetapi Gastronomi ?

Istilah “kuliner” dan “gastronomi” sering kita gunakan secara bergantian, tetapi ada perbedaan yang dapat kita Identifikasi dalam konteks ini.

Kuliner lebih mengacu pada aspek praktis dan kebiasaan makan dalam budaya tertentu. Ini melibatkan memasak, menyajikan, dan mengonsumsi makanan yang dapat memberikan kepuasan sensorik dan kenikmatan rasa. Fokus utama kuliner adalah pada cita rasa, keahlian memasak, dan pengalaman gastronomi sehari-hari.

Di sisi lain, gastronomi lebih luas dalam cakupan dan mencakup lebih dari sekadar aspek praktis makanan. Gastronomi melibatkan pemahaman mendalam tentang makanan dan minuman, termasuk aspek sejarah, sosial, budaya, dan estetika yang terkait dengannya. Ini melibatkan penelitian, analisis, dan pemahaman tentang makanan sebagai bentuk seni dan ekspresi budaya. Gastronomi juga mengeksplorasi hubungan antara makanan, identitas, dan pengalaman manusia secara luas.

Jadi, “Nyeruit” merupakan gastronomi karena melibatkan lebih dari sekadar aspek praktis memasak dan mengonsumsi makanan. Memang dalam resep ini menyajikan informasi tentang asal-usul, tradisi, dan signifikansi budaya dari sajian kuliner khas Lampung. Hal ini memperluas cakupan topik menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar makanan Nyeruit, dan mencakup aspek gastronomi seperti sejarah, tradisi, dan kebiasaan masyarakat Lampung.

Dengan demikian, Nyeruit masuk dalam kategori, sebagai bagian dari gastronomi karena mencakup pemahaman yang lebih dalam tentang makanan dan konteks budayanya, bukan hanya sebagai kuliner yang praktis dan memuaskan rasa.

Seruit Lebih Nikmat Rame-Rame

Meskipun sulit kita temukan, beberapa restoran di Lampung menawarkan seruit sebagai menu utama mereka. Warga Lampung masih memegang teguh sifat utama tradisi Nyeruit, yaitu makan bersama. Tradisi ini kurang nikmat jika dilakukan sendiri atau berdua saja.

Jika kita ingin mencicipi kuliner khas Lampung ini, kita dapat mencoba membuat seruit sendiri di rumah. Resep seruit yang sederhana dapat kita ikuti:

Resep Seruit

Level : Mudah

Resep seruit ,asuk dalam kategori mudah masak dan sajiannya. Bahan-bahan pun mudah dan langkah-langkahnya cukup sederhana.

<img fetchpriority=

Preparasi

0H20M

Masak

0H30M

Porsi

2 – Porsi

Jenis

Lauk Plat Principal

Bahan-bahan:

  • 2 ekor ikan patin (atau ikan lainnya)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 jeruk nipis
  • 1 ruas kunyit
  • 1 siung bawang putih
  • 1 sendok teh garam

Bahan Sambal:

  • 2 sendok makan mangga muda
  • 2 sendok makan tempoyak
  • 3 cabai keriting segar
  • 5 buah cabai rawit
  • 1 buah tomat
  • 3 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 cm terasi
  • 1 sendok makan air perasan jeruk nipis
  • Garam dan gula secukupnya

Cara Membuat Dan Saji:

  1. Cuci ikan patin segar (atau ikan jenis lain) dan lumuri dengan garam dan jeruk nipis. Diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air hingga bersih.
  2. Haluskan kunyit, bawang putih, dan garam. Lumuri ikan patin dengan bumbu dan biarkan selama sekitar 15 menit.
  3. Goreng ikan patin hingga matang dan garing, lalu angkat dan tiriskan.
  4. Haluskan semua bahan sambal kecuali air perasan jeruk nipis dan mangga muda, potong mangga muda menjadi kecil-kecil. Tumis bumbu sambal hingga matang, cicipi rasanya, jika sudah pas, angkat dan tambahkan air perasan jeruk nipis.
  5. Sajikan ikan goreng dengan sambal seruit. Nikmati seruit bersama nasi hangat bersama keluarga tercinta.

Dengan resep ini, kita dapat mencoba menghidangkan seruit yang lezat dan menggugah selera di rumah. Selamat mencoba dan menikmati hidangan khas Lampung yang istimewa ini!

Komen ditutup

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline