Kapolri Jelaskan Strategi Cegah Kenaikan Covid-19 Natal-Tahun Baru

Listyo Sigit Prabowo menjelaskan strategi pengamanan dalam rangka mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Nusantarasatu.id – Dalam rapat koordinasi lintas sektor yang berlangsung di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan strategi pengamanan dalam rangka mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru 2022. Adapun strategi yang di maksud, yaitu strategi penanganan dari hulu dan hilir, pengawasan ketat protokol kesehatan (prokes) di seluruh moda transportasi laut, udara dan darat. ” Dalam upaya antisipasi ‘Nataru’ kepolisian akan laksanakan Operasi Lilin. Namun tentunya akan disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah. ” ucap Sigit sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis Divisi Humas Polri.

Strategi Penanganan Hulu ke Hilir, Dibuat Skenario Pengetatan Prokes

Ia menambahkan, bila strategi antisipasi pencegahan laju pertumbuhan Covid-19 diterapkan dalam Operasi Lilin untuk mengawal kebijakan PPKM tingkat 3 saat natal dan tahun baru. Terkait hal itu, institusi Polri akan mengawali pengamanan satu minggu sebelum dan satu minggu setelah diberlakukan PPKM Level 3. Dimana tujuannya yaitu guna mengurangi transmisi angka Covid-19. Sedangkan menyangkut strategi penanganan hulu ke hilir lanjutnya, akan diberlakukan skenario pengetatan prokes mulai dari pra-keberangkatan hingga lokasi tujuan bagi masyarakat yang tetap mudik.


Pengetatan prokes ini dijalankan lewat Posko PPKM, mulai dari tingkat RT/RW. Untuk warga yang harus melaksanakan perjalanan, maka wajib menyertakan surat keterangan mudik, sertifikat vaksin dua kali dan hasil swab antigen ataupun PCR. Kemudian strategi berikutnya, Polri turut menyiapkan pos-pos yang akan digunakan untuk vaksinasi masyarakat. Bukan itu saja, Polri juga menyiapkan tempat untuk melakukan karantina apabila ditemukan warga yang hasil swab-nya dinyatakan positif. ” Pos pelayanan untuk membantu masyarakat yang belum vaksin ini merupakan strategi kita. ” jelas Sigit.

Polri Akan Awasi Pelaku Perjalanan Dari Luar Negeri di Bandara

Disamping itu, polisi juga akan membentuk pos untuk ‘checkpoint’ untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik, untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19. Selanjutnya untuk di Bandara, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan para pelaku perjalanan dari luar negeri, guna mencegah masuknya varian baru Covid-19. Kemudian strategi berikuttnya terang Sigit, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat akan terus melakukan akselerasi percepatan vaksinasi untuk mencapai target yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo sebesar 70 persen di akhir tahun. ” Artinya, perlu adanya langkah yang perlu kita lakukan untuk antisipasi capaian bulan November dan di Desember minimal 70 persen. ” tegasnya.

Dan bagi wilayah yang cakupan vaksinasi di bawah rata-rata nasional tutur Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dibutuhkan langka-langkah khusus untuk dilakukan percepatan.” Akselerasi vaksinasi ini kita harapkan sebelum dilaksanakan Operasi Lilin untuk menjaga agar vaksinasi berjalan dan prokes berjalan dengan baik. ” ujar orang nomor satu di institusi Polri tersebut.

Aplikasi Peduli Lindungi Harus Terpasang

Dalam kesempatan ini dia juga menghimbau, agar perayaan Natal dilakukan dengan memanfaatkan cara “online” atau virtual. Kalaupun harus dilaksanakan secara ‘offline’, maka dengan kapasitas baiknya hanya dihadiri 50 persen. ” Tak hanya itu, aplikasi PeduliLindungi juga harus terpasang di rumah ibadah. ” imbuh Sigit.

Sedangkan untuk pusat perbelanjaan atau mal, iapun menekankan, disamping dipasang aplikasi PeduliLindungi, harus disediakan pula posko vaksinasi dan karantina. Adapun di tempat wisata, bisa dilakukan dengan cara ‘One Gate System’ dan juga tersedia pos vaksin serta karantina. Lebih lanjut dirinya juga mengingatkan, tentang pentingnya langkah koordinasi lintas sektor supaya pencegahan laju Covid-19 pada libur natal dan tahun baru betul-betul bisa dikendalikan bersama. ” Seperti perintah Bapak Presiden pada ratas lalu, persiapan menghadapi kemungkinan laju pertumbuhan COVID-19 saat Nataru harus diantisipasi. Sehingga dilakukan langkah-langkah koordinasi bersama dengan semua pihak. ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline