Taman Ujung Karangasem, Pesona Di Ujung Pulau Bali

Imam Burhannudin

Updated on:

Nusantarasatu.id Taman Ujung Karangasem Pulau Bali seolah tak pernah pudar daya tarik wisatanya. Bagai magnet yang mampu menarik setiap orang untuk berkunjung, begitulah Bali dengan segala pesona keindahan alamnya. Selain pantai-pantainya yang indah, Bali juga menyimpan pesona sejarah dan budaya. Salah satunya adalah Taman Ujung Karangasem yang juga tak kalah menarik untuk Anda kunjungi disaat liburan.

Taman Ujung atau disebut juga Taman Sukasada ini merupakan sebuah taman peristirahatan Raja Karangasem. Pada masa kolonial Belanda bangunan ini sering disebut Water Palace atau istana air. Terletak di Dusun Ujung, Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, sekitar 80 Km timur Kota Denpasar. Didirikan oleh Raja Karangasem terakhir, yakni I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem pada tahun 1919. Adapun fungsinya, selain untuk tempat peristirahatan raja dan keluarganya, sekaligus tempat menyambut dan menjamu tamu-tamu penting.

<img decoding=
Taman Ujung Karangasem

Gaya Arsitektur Taman Ujung Perpaduan Eropa dan Bali

Pada mulanya kawasan taman ini mempunyai luas hampir 400 hektar, namun sekarang tinggal 10 hektar. Tanah tersebut kebanyakan sudah dibagikan kepada masyarakat pada masa land reform. Untuk pembangunan gedungnya, dipercayakan pada seorang arsitek Belanda bernama Van Den Hentz dan seorang Tiongkok bernama Loto Ang. Namun dalam proses pembangunan ini, I Gusti Bagus Jelantik juga melibatkan seorang undagi (arsitek adat Bali). Itulah sebabnya gaya arsitektur bangunan Taman Ujung ini merupakan paduan gaya Eropa dan Bali. Taman Ujung Karangasem ini sebenarnya adalah pengembangan dari kolam Dirah yang telah dibangun tahun 1901 dan pembangunan taman secara keseluruhan selesai tahun 1921.

Untuk dapat masuk ke area ini, sebenarnya ada tiga pintu gerbang, namun wiasatawan hanya bisa masuk lewat pintu gerbang yang ada di samping area parkir. Dari sini Anda dapat melihat area taman yang indah. Taman ini memiliki 2 buah kolam yang sama besarnya, dan sebuah kolam yang disebut Kolam Dirah yang merupakan kolam pertama yang dibangun di Taman Ujung Karangasem. Di tengah kolam pertama, terdapat Balai Gili yang memiliki beberapa ruangan. Ada ruang makan, kamar tidur, dan juga ruang anak-anak. Untuk menuju Balai Gili, dihubungkan dengan dua jembatan di sisi utara dan selatan Balai. Sedangkan di tengah kolam kedua, juga ada sebuah bale yang dihubungkan oleh sebuah jembatan yang mengarah ke barat.

Lukisan Masa Kejayaan Raja Karangasem Terpajang Rapi

Andapun dapat bebas masuk melihat-lihat dalam bangunan utama ini. Menyusuri ruang demi ruang didalam istana ini, seolah Anda dibawa pada kejayaan di masa yang lalu. Beberapa foto dan lukisan masa kejayaan Raja Karangasem terpajang rapi di dinding. Termasuk furniture yang masih komplit turut menyempurnakan suasana dalam istana ini.

Puas menikmati keindahan arsitektur dan koleksi dalam istana ini, sebaiknya Anda juga mengeksplor sisi luar bangunan. Tepatnya menuju pintu gerbang utama yang berada di dataran yang lebih tinggi dari bangunan ini. Anda harus menapaki puluhan anak tangga untuk sampai di spot paling favorit untuk menikmati indahnya Taman Ujung secara keseluruhan. Dari sini Anda dapat menikmati pemandangan taman seluas 10 hektar dengan arsitektur khas Belanda yang indah dan dipercantik oleh Gunung Lempuyang di sebelah timur laut, Gunung Agung di sebelah barat, dan pantai di sebelah timurnya yaitu Selat Lombok.

Taman Sukasada ini juga sangat terkenal dikalangan fotografer, khususnya fotografer pre-wedding. Sebab, banyak pasangan yang hendak menikah, melakukan sesi pemotretannya di taman tersebut. umumnya mereka merasa terpesona dengan keindahan pemandangan serta gaya arsitektur dari bangunan – bangunan di taman ini.

Tinggalkan komentar