Mengenal Teknik Lighting Ambient Light Dan Flash Light

Syahrul Ibrahim

Nusantarasatu.id – Memahami teknik lighting atau pencahayaan akan sangat membantu Anda pada saat memotret. Karena dengan begitu Anda bisa memperkirakan hasil akhir sebuah foto seperti apa, bahkan sebelum Anda memulai pemotretan. Dalam sesi pemotretan, Anda pastinya tahu bahwa sumber cahaya itu terbagi dua, yakni cahaya lingkungan (ambient light) atau sering disebut juga available light, dan sumber cahaya buatan (artificial light) dimana fotografer sering menggunakan flash eksternal untuk itu.

Untuk lebih jelasnya, mari dipahami terlebih dahulu apa perbedaan dari keduanya. Ambient light bisa di simpulkan sebagai cahaya lingkungan tempat Anda memotret. Namun perlu diingat, bahwa yang dimaksud cahaya lingkungan bukan berarti cahaya natural atau alami saja seperti cahaya matahari, tapi bisa juga cahaya buatan seperti lampu pijar dan sejenisnya.

Maksudnya, cahaya lingkungan berasal dari sumber cahaya yang ada di lokasi tempat Anda memotret. Contohnya cahaya lampu ruangan, lampu jalan, sinar matahari di sore hari, ataupun cahaya lampu taman dan lain sebaginya. Sebagai seorang fotografer, Anda tidak bisa memodifikasi sumber cahaya untuk ambient light. Misalnya, Anda tentu tak diperbolehkan mematikan lampu penerangan jalan hanya karena merasa cahayanya mengganggu. Salah satu cara fotografer untuk memodifikasi cahaya adalah dengan menggunakan lampu flash eksternal. Cahaya flash yang dihasilkan ini tergolong dalam artificial light atau cahaya buatan. Disamping flash eksternal, biasanya fotografer juga menggunakan continuos light semacam lampu LED atau tungsten

<img decoding=
Teknik Lighting – cahaya ambience light

Beberapa Hal Penting Seputar Ambient Light & Flash Light

  1. Untuk menangkap cahaya lingkungan (terang dan gelap) pengaturan utama kamera berkisar pada segitiga fotografi, yakni aperture, ISO dan shutter speed, dengan rule standar masing-masing (bukaan besar: ambient light yang ditangkap semakin terang).
  2. Untuk flash light, terang gelap cahaya flash hanya tergantung pada dua hal saja, yaitu aperture dan ISO dengan aturan standar masing-masing. Khusus shutter speed tidak berpengaruh terhadap terang gelap cahaya yang dihasilkan lampu flash, selama shutter speed yang Anda gunakan masih dalam rentang flash sync kamera (umumnya 1/200-1/250sec).

    Maksudnya, ketika Anda menggunakan lampu flash di shutter speed 1/50s, ataupun di 1/200s, tidak akan ada perbedaan dalam hal cahaya flash yang ditangkap sensor, perbedaannya hanya terletak di cahaya lingkungan yang ada (ambient light). Namun jika Anda menggunakan continuos light (contoh sederhananya: senter), maka pengaturannya seperti pada ambient light, semakin lama shutter speed semakin terang cahaya senter tadi.
  3. Memadukan serta menyeimbangkan antara cahaya flash eksternal dan ambient light sangat penting saat Anda akan memotret foto model atau satu objek. Anda bisa memilih untuk menonjolkan ambient light dan hanya menjadikan flash sebagai fill in, ataupun sebaliknya. Bahkan jika terasa kondisi lingkungan pemotretan kurang bagus, maka Anda bisa memilih untuk mematikan cahaya lingkungan yang ada.

Foto low key merupakan salah satu teknik fotografi dimana fotografer mematikan cahaya lingkungan dan lebih menonjolkan cahaya flash eksternal. Memperbanyak jam terbang memotret dengan teknik strobist, akan membantu Anda semakin jeli dalam mengetahui komposisi yang paling tepat antara flash light maupun ambient light.

Tinggalkan komentar