Menkominfo Ingatkan Ada Tren Lonjakan Covid-19 di 10 Provinsi

Menyusul adanya tren lonjakan kasus Covid-19 di 10 Provinsi selama periode Nataru pemerintah pusat mengingatkan para pemerintah daerah di seluruh Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate

Nusantarasatu.id – Menyusul adanya tren lonjakan kasus Covid-19 di 10 Provinsi selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah pusat mengingatkan para pemangku kebijakan pemerintah daerah di seluruh Indonesia, untuk dapat tegas menegakkan protokol kesehatan. Disamping mengingatkan para pemangku kepentingan di tingkat Pemda, pemerintah pusat juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan meski tengah berlibur.

“ Sebanyak 10 provinsi mengalami tren kenaikan kasus, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Kalimantan Utara, Banten, serta Sulawesi Selatan. “ terang Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Johnny G. Plate dalam keterangan persnya.

Dan sebagai upaya untuk mencegah kenaikan kasus lebih meluas di daerah lain, Menkominfo RI turut meminta para pemangku kepentingan di tingkat Pemda, untuk bisa memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi dan mengawasi penggunaannya secara optimal. Sedangkan kepada masyarakat, tidak lupa iapun mengingatkan agar mengurangi mobilitas atau dapat menghindari kerumunan.

Pemerintah Himbau Masyarakat Kurangi Mobilitas dan Jaga Prokes

Himbauan ini dilontarkan Johnny G Plate usai melihat hasil evaluasi dari Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 yang menilai mobilitas masyarakat meningkat seiring arus balik akhir tahun khususnya di Jawa dan Bali, khususnya di tempat transit dan tempat wisata. Bukan hanya di pulau Jawa dan Bali, Satgas Covid-19 juga mencatat, terdapat lonjakan tren kenaikan mobilitas penduduk di Nusa Tenggara dan Papua melebihi kondisi saat pra-pandemi. ” Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi mobilitas serta selalu menjaga protokol Kesehatan. ” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengeaskan, jika pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan mobilitas masyarakat menjelang Tahun Baru 2022. Hal ini dilakukan jelas Johnny, untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19 meluas di berbagai daerah lainnya. Lebih jauh diungkapkan, selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah telah mengumumkan pembatasan perjalanan masyarakat. Hanya masyarakat yang sudah divaksin saja yang boleh melakukan perjalanan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. “ Pemerintah terus melakukan pengawasan dan pencegahan agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 pada saat liburan tahun baru. ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline