Menkes RI: Vaksin Covid-19 di Tiga Provinsi Dekati Kedaluwarsa

Syahrizal Rahim

Updated on:

Nusantarasatu.id – Persediaan vaksin Covid-19 di fasilitas penyimpanan dinas kesehatan di tiga provinsi terang Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, semakin mendekati masa kedaluwarsa. ” Bapak Presiden menekankan, bahwa tolong hati-hati dengan vaksin kedaluwarsa. Jadi ada beberapa provinsi yang laporannya sampai ke beliau. ” ucap Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang diikuti dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta.

Kemenkes Berencana Alihkan Vaksin Yang Hampir Kadaluwarsa Ke Daerah Lain

Adapun sejumlah provinsi yang dimaksud Presiden kata Menkes RI, di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia menambahkan, rencana Kemenkes RI untuk mengalihkan vaksin yang mendekati tanggal kedaluwarsa menuju sejumlah daerah lain yang masih membutuhkan. ” Kalau misalnya sudah dekat-dekat kadaluwarsa, mungkin kita bisa mengalihkan ke provinsi-provinsi lain yang masih membutuhkan. Kita bisa alihkan ke TNI dan Polri. ” tuturnya.

Lebih jauh ia turut melaporkan, capaian vaksinasi di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif. Hingga Senin siang, sudah sebanyak 216 juta suntikan yang diberikan ke 130,6 juta rakyat Indonesia, 84,5 juta sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. ” Jadi dari target populasi yang 208 juta orang yang harus kita vaksinasi, 62 persen sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 40 persen sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. ” jelasnya.

Konsisten 1,6 – 2 Juta Suntikan Per Hari, Akhir 2021 Bisa Capai 300 Suntikan

Dan capaian vaksinasi Covid-19 Indonesia lanjut Budi Gunadi, terus bertengger pada angka capaian 1,6 hingga 2 juta suntikan per hari. Jika angka tersebut konsisten dicapai ujar Menkes RI, diperkirakan sampai akhir 2021 bisa mencapai total suntikan 290 juta hingga 300 juta suntikan. ” Perkiraan untuk dosis satu 161 juta orang atau 78 persen dari target populasi dan proyeksi dosis duanya bisa mencapai sekitar 118 juta, itu mendekati 60 persen. ” imbuhnya.

Lebih jauh dirinya memastikan, bila capaian tersebut melampaui target yang diarahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni sebesar 40 persen dosis lengkap di akhir tahun. Ia mengungkapkan, stok vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini relatif aman untuk mengejar pencapaian target akhir tahun. ” Sampai sekarang ada 276 juta. 267 juta di antaranya sudah didistribusikan ke kabupaten/kota dan provinsi, yang sudah dipakai 206 juta. Jadi masih ada stok sekitar 60 juta di kabupaten/kota dan provinsi. ” pungkasnya.

Leave a Comment