Ganjar Pranowo Minta Warga di Merapi Siaga Pascaerupsi Semeru

Mulyadi

Nusantarasatu.id – Warga di sekitar Merapi diminta oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, untuk bersiaga, menyusul meningkatnya aktivitas dan pascaerupsi Gunung Semeru untuk meminimalisasi dampak. ” Merapi terus kami pantau dan saya minta semua siaga. Sabtu lalu saya sudah mendapat laporan dari BPPTKG, bahwa erupsi yang terjadi sejak 4 Januari lalu sampai sekarang masih berlangsung. ” tegas Ganjar di Semarang.

Iapun kemudian menyampaikan, berdasarkan pantauan, pertumbuhan kubah lava di Gunung Merapi masih terjadi. Bahkan guguran awan panas juga masih berlangsung, karena sampai saat ini akumulasi tekanan magma dari dalam masih berlangsung. ” Erupsi Gunung Merapi belum akan berakhir maka saya minta semuanya siaga khususnya di Yogyakarta, Magelang, dan Klaten serta sebagian Boyolali. ” tuturnya.

Pemprov Jateng Sudah Lakukan Identifikasi Daerah Rawan

Orang nomor satu di jajaran Pemprov Jawa Tengah inipun menilai, bila potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas terjadi di sektor selatan dan barat daya. Terkait hal itu sambung Ganjar, pihaknya bahkan sudah melakukan identifikasi, daerah yang rawan adalah sekitar Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih, Gendol, dan Woro. ” Kami perhitungkan, guguran bisa mencapai 3-5 kilometer, sehingga di wilayah-wilayah itu diminta bersiap. Seluruh kepala desa harus siaga, tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana semua ‘stand by’. ” ungkapnya.

Lebih jauh dirinya mengharapkan, agar ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, peluit langsung ditiup dan informasi diberikan, supaya semua warga di sekitar Gunung Merapi segera mengungsi. ” Jangan ambil risiko, kita belajar betul dengan kondisi dan karakter Merapi yang mirip dengan Semeru. ” kata Ganjar Pranowo.

Gunung Merapi Berstatus Level III

Sebagaimana telah diinfokan sebelumnya, saat ini Gunung Merapi dalam status level III seusai erupsi yang terjadi pada Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021) sore. Aktivitas Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, telah terjadi 144 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-60 mm dan lama gempa 15-185 detik. Disamping itu, terjadi satu kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2 mm, S-P 0.3 detik dan lama gempa 7 detik.

Berdasarkan pengamatan visual, Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Hasil pemantauan yang dirilis di situs Magma Indonesia kemarin mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, diketahui terjadi 31 kali gempa dengan amplitudo 3-35 mm dan lama gempa 32-185 detik.

Disamping itu, 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 42 mm, dan lama gempa 8,4 detik. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Adapun lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Bukan hanya Merapi, Gunung Sinabung di Sumatra Utara dan Gunung Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga berada pada level III Siaga. Sebelumnya, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi dan memuntahkan awan panas, Sabtu (4/12/2021). Warga mulai mengungsi menyelamatkan diri.Detik-detik awan panas Gunung Semeru terekam kamera ponsel warga setempat dan viral di media sosial. Seperti unggahan video di akun Instagram @lumajangsatu.Tampak awan pekat membumbung ke arah permukiman. Sontak hal itu membuat panik warga. Sebagian bahkan lari berusaha menjauh dari luncuran awan panas tersebut.

Leave a Comment