Budi Gunadi Minta Waspada Penularan Varian Omicron

Seluruh pihak diingatkan untuk waspada penularan virus Covid-19 khususnya varian Omicron yang sudah masuk ke tanah air karena penyebarannya yang cepat.

Waspada Penularan Varian Omicron

Nusantarasatu.id – Seluruh pihak, diingatkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin untuk waspada penularan virus Covid-19 khususnya varian Omicron yang sudah masuk ke tanah air karena penyebarannya yang cepat.

” Omicron itu sudah masuk Indonesia, dan sudah juga terjadi transmisi lokal, jadi bukan hanya impor, dan di seluruh dunia memang Omicron itu ciri-cirinya naiknya cepet, naiknya tinggi. ” ujar Budi Gunadi seusai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Desa Sumbermulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, karena Covid-19 varian Omicron sudah masuk Indonesia, maka seluruh elemen baik masyarakat, pemerintah maupun stakeholder terkait harus bersiap dan waspada supaya tidak terjadi penularan kasus yang begitu cepat. ” Kita mesti siap-siap, karena naiknya cepet, naik tinggi, tetapi teman-teman enggak usah panik, enggak usah khawatir ya, kita tetap waspada dan hati-hati, karena meski naiknya cepat dan naiknya tinggi, turunnya juga cepat. ” imbuhnya.

<img fetchpriority=
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin

Disampaikan oleh Menkes RI, berdasarkan pengamatan di negara-negara lain, puncak penularan Covid-19 varian Omicron sampai hari ke-40. Sehingga lanjutnya, ada kemungkinan di Indonesia pada akhir Februari sampai awal Maret sudah sampai puncak penularan Omicron. ” Kita harus berperang aja sampai akhir Februari sampai awal Maret, dan saya datang ini juga salah satu upaya agar kita siap berperang bersama. ” tutur Budi Gunadi Sadikin.

Waspada Penularan Varian Omicron dan Tes Kesehatan Secara Terus Menerus

Pada kesempatan ini dirinya turut mengungkapkan, bahwa yang harus dilakukan adalah dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan tes kesehatan secara terus menerus, agar yang terpapar bisa segera diisolasi dan disembuhkan.

” Jadi nggak usah takut kalau dites, hasilnya naik nggak apa-apa, isolasi saja, karena kan cepet sembuh, jadi asal kita cepat tahu, kemudian isolasi supaya nggak nular, kalau rumahnya gede bisa isolasi di rumah, kalau enggak ya di isolasi terpusat atau di selter, InsyaAllah banyak yang sembuh. ” ucapnya.

Sementara langkah yang ketiga terang Menkes RI, yaitu vaksinasi Covid-19 yang terus dilakukan percepatan. Sebab apabila masyarakat sudah divaksin, maka akan mempunyai daya tahan tubuh untuk melawan serangan Covid-19.

” Jadi yang pertama, prokes selalu cuci tangan pakai masker, jangan kerumunan, yang nomor dua surveilans jangan takut-takut kalau kena diisolasi sembuh sendiri, yang nomor tiga vaksinasi. Kalau nanti kasus naik tinggi harus dikurangi pergerakannya. “ pungkas Budi Gunadi.

1 Komen
  1. […] tapi pasien yang dirawat lebih banyak. Dari data yang kita miliki, meski secara tren kenaikan kasus varian Omicron ini ada kemiripan dengan Delta, namun angka keterisian tempat tidur rumah sakit jauh lebih landau. […]

Tinggalkan Balasan

Email Anda tidak akan dishare ke siapapun

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalan Anda. Kami berharap Anda setuju dengan hal ini, namun Anda dapat memilih untuk tidak setuju. Setuju Baca lebih lanjut

Anda Segang offline