Masyarakat Dihimbau Waspadai Kenaikan Covid-19 di 21 daerah

Nur Afni

Nusantarasatu.id – Masyarakat diminta oleh pemerintah untuk tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menyusul terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di 21 daerah di Indonesia baru-baru ini. ” Meskipun tren penularan ada di level satu atau terus membaik, peningkatan kasus COVID-19 masih terdeteksi di beberapa kabupaten/kota. Artinya, virus ini masih ada di sekitar kita. ” ucap Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Untuk itu dirinya menghimbau agar masyarakat terus waspada terhadap kenaikan kasus Covid-19. Disamping itu iapun menyampaikan, bahwa pemerintah kini tengah berkomitmen untuk terus mengejar target vaksinasi agar tercapai pada akhir tahun. Sejumlah daerah yang mengalami kenaikan kasus belakangan ini, antara lain Teluk Wondama di Papua Barat, Pekan Baru, Bengkalis, Bontang, Yogyakarta, Gunungkidul, Dumai, Bantul, Nagekeo di NTT, Cimahi, Kupang, Surakarta, Denpasar, Sumba Tengah, Jembrana, Manggarai, Sleman, Mojokerto, Majalengka, Karanganyar, dan Trenggalek.

Pemerintah Terus Awasi Perkembangan Kasus Harian Covid-19

Dari sebanyak 21 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus, tiga daerah mengalami kenaikan akibat klaster komunitas, yaitu Kota Dumai, Riau (klaster pondok pesantren), Kota Kupang, NTT (pembelajaran tatap muka dan tes suspek), Kota Surakarta, Jateng (karena pembelajaran tatap muka). ” Kita ketahui, klaster-klaster baru muncul dari penularan di perkantoran, pasar, sekolah, dan lapas. Karena itu, pemerintah terus mengawasi perkembangan kasus harian, melacak kontak erat juga diikuti tes untuk pencegahan agar tidak terjadi kenaikan level situasi pandemi di Indonesia. ” tutur Johnny G Plate.

Lebih jauh ia menyatakan, bahwa pemerintah akan terus memantau situasi dan menerapkan berbagai kebijakan yang sesuai dengan tingkat situasi di daerah. Adapun implementasi kebijakan tersebut mencakup upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menahan mobilitas selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kesiapsiagaan Penanganan Pandemi Covid-19 Dilakukan di Sisi Hilir

Bukan itu saja, kesiapsiagaan juga dilakukan di sisi hilir penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, salah satunya yaitu dengan memastikan ketersediaan tempat perawatan isolasi dan intensif mencukupi. Termasuk pula ketersediaan obat-obatan, ventilator, dan tabung oksigen.” Belajar dari situasi sebelumnya saat terjadi lonjakan kasus, kami mendorong kesiapan fasyankes, juga akses obat dan peralatan kesehatan terjaga bagi masyarakat. ” ujar Menkominfo.

Dalam kesempatan yang sama disampaikan, jika pemerintah juga meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, supaya dapat mengurangi risiko sakit berat jika terinfeksi virus Covid-19. Per 3 Desember 2021, sudah lebih dari 141 juta penduduk Indonesia yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama (67,9 persen dari sasaran vaksinasi) dan lebih dari 98 juta, di antaranya sudah mendapatkan dosis lengkap (47 persen dari sasaran vaksinasi). ” Melihat capaian tersebut, tentu perlu ada percepatan lagi agar rakyat Indonesia semakin banyak yang terlindungi vaksin. Ini target kita bersama. Maka itu, kami mengingatkan kembali, agar masyarakat jangan pilih-pilih vaksin, semua vaksin aman dan berkhasiat. ” pungkasnya.

Tinggalkan komentar